
Yei! Akhirnya ketemu Pak Rt lagi hari ini! Habisnya, kemarin libur sih...Dah kangen, dah kangen...Habis, si Rt ngangenin sih!
Yup! Kalo dah musim test kayak gini, pastilah problemnya adalah males ngapalin pelajaran, males belajar, dan pasti pengennya nglakuin apa aja selain belajar. Dan kalo dah kayak gini, pasti pengennya jawaban lengkap tapi bukan dari siksaan dari awal ( kerja keras belajar maksudnya ). Sebagai sesama pelajar, aku tahu kalo belajar itu nggak enak. Nggak seru. Nggak bikin sensasi spesial kayak SMS-an. Sebagai contoh :
Ketika seorang siswa mencoba untuk mempelajari materi test besok, dia mencoba dengan mengerjakan latihan-latihan soal. Dia menemukan soal kayak gini : ... Apa kepanjangan UPS?...di soal latihan itu. Kamu nggak tahu jawabannya. Trus kamu buka LKS atau buku panduan lain untuk mencoba menjawab. Dari satu halaman LKS, kebetulan jawabannya berada di bagian bawah halaman itu padahal kamu baca dari atas. Setengah sebel, setengah merasa rugi baca dari atas hanya untuk jawaban seumplik. Tiba-tiba, Hp-mu bergetar. Ada SMS. Wah, dari siapa ya? Mikir bentar sebelum buka tu SMS, berharap yang SMS cewek / cowokmu / siapapun yang bisa mengalihkanmu dari pelajaran. Trus, kamu buka tuh SMS.
Isinya : " AyaaaAAAAnnnnn99999, Lagi n9Apain nih? "
Cihui! Kamu bersorak! Dengan cepat tu SMS kamu balas. Dibalas lagi, dan begitu seterusnya sampai menuh-menuhin inbox. Ah, jam sepuluh! Dah malem, ngantuk. Trus kamu tidur dan nggak belajar.
Esoknya, kamu panik dan berharap paling nggak ada satu temen seruangan test ma kamu yang belajar. Maksudnya, pengen kerja sama. ( Dia yang kerja, kamu yang menyamakan. ) Dan, Yup! Sohibmu ternyata belajar! Asyik ah!
Malemnya, ada SMS lagi. Awalnya, kamu dah niat, mau belajar karena kamu menonjol dibidang hafalan dan besok materi test-nya IPS / Pkn. Tapi, karena kamu yakin sohibmu bakal belajar, jadinya kamu milih kerja sama lagi aja. SMS-an lagi...
Yah, kalo mau dilanjutin, bisa panjang ceritanya! Di sini, aku nggak bermaksud mengahakimi atau mengumpat. Tapi, aku hanya ingin berbagi cerita.
Saat TK, aku nggak tahu kenapa harus ke sana hanya untuk bermain, bernyanyi dan berteriak-teriak nggak jelas. Aku ke sana hanya karena tetangga-tetangga yang seumuran denganku pada ke sana.
Saat SD, aku nggak tahu kenpa harus ke sana. Saat ditanya, " Kenapa kamu sekolah? " sama orang lain. Bu Guru bilang kalo aku seharusnya menjawab, " Ya untuk mencari ilmu! ". Aku nurut. Meskipun aku tidak memaknai kalimat itu dalam-dalam. Cuma biar bisa njawab pertanyaan kalo ada orang tanya aja...
Saat SMP, aku tidak tahu kenapa harus ke sana. Hanya untuk bersenang-senang, bercanda bersama teman-teman, dan mengumpat guru karena memberikan tugas yang banyak saja! Bahkan, aku nggak peduli pada nilaiku yang nggak pernah di atas 7!! Serius! Saat test-pun, aku cuek. Dan aku tetap nggak berusaha melengkapi jawaban dengan bertanya pada temanku, aku hanya latihan mengarang dan merangkai kata-kata agar terdengar masuk akal. Jika temanku bertanya, akan kujawab dengan mengatas namakan prinsip 'KORSA'. Tapi, pelajaran Matematika nggak bisa dikarang, kan? Aku masih tetap nggak nyoba nyontek di pelajaran itu. Alhasil, aku jadi langganan tetap daftar remidi sampai-sampai teman-temanku mengatakan kalo aku naksir sama guru Matematika-nya karena nggak pernah absen ikut remidian. BUSYET!!!
Sebelum lomba pidato Bahasa Jawa, prinsip cuek-ku yang mendarah daging itu masih tertampel rapi. Yup! Rapi sekali.
Setelah lomba pidato Bahasa Jawa, ada satu hal yang membekas di situ. Teman satu angkatanku, yang maju urutan ketiga. Nggak tahu nih, kagum aja karena dia pinter ngomong. Intonasinya enak didengar pula! Jadi mengingatkanku pada leader tingkat pertetanggaan.
Saat awal kegiatan pramuka, ada hal yang membekas di sana. Kelas 1 Multi 3 yang dua kali pertemuan selalu dipulangakan terakhir dan dibariskan secara terpisah. Kenapa sih? Saat aku tahu bahwa kelas itu kena kasus, prinsip cuek mendarah dagingku kumat lagi. Responku pada kabar itu cuma OOooo...
Saat kelas 1 Multi 3 jadi pembicaraan hangat, aku cuma tahu kalo itu ada hubungannya sama leader-nya. Yang mana sih? Dan ketika aku tahu kalo leader-nya Multi 3 itu si nomor 3 lomba pidato Bahasa Jawa yang kayak leader tingkat pertetanggaan itu, aku iseng manggil dia Pak Rt. Nggak nyangka juga kalo aku manggil dia Pak Rt dia bakalan nengok beneran!>_< Yah, sudahlah! Aku juga belum tahu namanya saat itu...Panggil aja Pak Rt lah...
Saat Ulin cerita perihal keadaan kelasnya, aku cuma tahu kalo si Rt tuh namanya Arief. Dia juga cerita kalo blog-nya si Rt bagus. Kayak apa sih? Kutanya langsung alamat blog si Rt sama orangnya sendiri. Ha-ha. Dia nggak terima dipanggil Pak Rt. Aku gumun juga, baik sama aku sendiri ataupun sama si Rt ini. Aku gumun pada diriku karena ada rasa nggak terima kalo aku manggil dia pake namanya sementara dia cukup bilang eh, atau he, atau bicara langsung tanpa memanggil namaku dulu. Aku gumun sama si Rt karena meskipun dia nggak terima, kok masih mau nengok waktu tak panggil Pak Rt?
Setelah kulihat blog-nya yang saat itu baru berisi filosofi air, aku merasa ni orang manis bener! Ha-ha. Jujur, dari dulu aku juga suka kata-kata bijak yang menginspirasi kayak gitu! Kuputuskan akan mulai nge-fans orang ini.
Sebelum MID test, aku cuma tahu kalo si Rt ini orangnya pinter, rajin, tapi prinsip cuek-ku menang lagi. Aku nggak menganggap sebuah test lagi. Tapi, kali ini beda. Waktu SMP, aku nggak nyontek karena di 9A, mengahargai hasil kerja orang lain sudah jadi motto hidup. Tapi di sini, hasil kerja seolah-olah cuma formalitas! Cuma buat yang penting udah dilakuin aja! Nggak ada target, nggak ada motivasi, aku kaget! Para guru pun nggak peduli ada siswa yang nyontek terang-terangan!
Setelah MID test, aku tahu kalo aku salah. Aku sudah melanggarnya! Aku nyontek! Meskipun itu cuma menanyakan jawaban kecil! Benar-benar kecil! Karena soal itu cuma menanyakan jenis-jenis keyboard! Tapi, karena aku tidak belajar sama sekali, aku merasa tidak adil kalo aku tanya tapi tidak mendapatkan jawaban dari temanku sementara aku selalu menjawab pertanyaan mereka kalo aku memang tahu. Dan satu lagi, kuakui kelemahanku yang kurang bisa dalam pelajaran yang isinya hafalan. Sebagai contoh, Pkn / IPS. Sekali lagi aku nyontek untuk sebuah nomor dalam soal Pkn. Kutegaskan, aku menangis kalau ingat hal itu! Benar-benar ingin menangis karena aku melanggar janjiku pada 9A, pada diriku sendiri, pada Allah Yang Maha Tahu.
Setelah nilai MID keluar, aku berharap test semesteran nanti aku berubah. Tapi aku belum tahu caranya. Kulihat nilaiku, aku nggak puas, aku marah, aku benci pada diriku sendiri yang cuek! Yang membuatku nggak puas karena itu bukan kerjaku. Yang membuatku marah karena karena nilai temanku yang kubagi jawabanku lebih bagus nilainya daripada punyaku. Yang membuatku benci pada diriku yang cuek karena, aku masih bisa dengan cuek berbangga pada nilaiku yang sebenarnya bukan nilaiku itu, dan mencoba merendahkan nilai si Rt yang kerja sendiri. Dasar Donat Gila!!!
Setelah kutanya pada si Rt, dia nggak nyontek dan nggak nyonteki. Benar-benar kerja sendiri! Setelah itu, aku berjanji padanya kalau aku akan memulai prinsip yang sama dengannya. Yup! Saat ulangan harian Matematika, di mana aku mencoba untuk menggunakan prinsip itu. Awalnya aku takut apakah aku akan berhasil melakukannya? Tapi, aku nggak akan berubah kalo aku nggak mencoba. Alhasil, saat temanku tanya, aku selalu menjawab, " Tanya Pak Rt, aku boleh nyonteki nggak? Kalo dia bilang 'iya' aku baru mau jawab..." kataku agak takut juga.
" Ah, cuma nomor ini thok kok! Plisssss...."
" Tanya Pak Rt..." jawabku mulai ragu.
" Ugh...Yayaq pelit ik!"
The end. Aku kaget. Ternyata semudah itu ya menolak permintaan teman? Kenapa selama ini aku sulit melakukannya? Tapi, aku minta maaf dan berterimakasih pada Pak Rt karena meminjam identitasnya dulu.
Setelah ulangan Matematika itu, aku salah tiga. Hanya salah tiga. Tapi kali ini aku benar-benar puas! Benar-benar bangga! Jawaban itu semuanya milikku! Aku sudah menepati janjiku! Janji pada 9A, diriku, rokhis, Allah Yang Maha Tahu, dan...Rt-ku yang manis. Setelah itu, sampai rumah aku nangis loh...
Tapi, seperti pembicaraan awal, aku masih belum tahu kenapa harus ke sekolah dan kenapa harus belajar. Setelah kejadian itu, motivasiku ke sekolah cuma Pak Rt. Aku ngrasa lugu ( lucu tur wagu ) kalo nggak ketemu Pak Rt sehari, rasanya percuma hari itu berangakat.
Motivasiku mulai berubah bahkan baru akhir-akhir ini loh! Dan itu dimulai di ICT. Seminggu lalu kalo nggak salah. Hari itu aku main ke ICT dalam rangka mau tanya bedanya D.Kompetensi sama T.Komp. kejuruan tuh apa sama guru Multi Media-ku tersayang, Pak Agustiawan. Habisnya...diantara semua guru MM, cuma Pak Agus yang memperlakukan aku sebagai manusia, murid perempuan, dan sebagai siswa yang ke sekolah buat belajar bukan buat mengembangkan pengetahuan seperti anggapan Pak Epang atau Pak Agus Nugroho. Kukasih tahu deh, kalo Pak Epang atau Pak Agus Nugroho mengajar, kalo ada murid yang tanya atau nggak tahu, pasti jawabannya, " Anak Multi harus tahu! Masak anak Multi nggak tahu! " Lhah? Lha aku belajar Multi itu justru karena aku belum tahu kok! Kalo aku dah tahu tapi masih belajar, itu namanya mengembangkan pengetahuan, Pak! Ah, ingin rasanya aku mengatakan itu pada beliau berdua.
Aku pun menanyakan hal itu dan entah kenapa, malah jadi ngomongin kisi-kisi mulok Multimedia. Pak Agus-ku pun memperlihatkan kisi-kisi dalam versi Adobe Reader itu padaku. Aku pun membacanya, dan berhenti ketika aku tidak mengerti istilah yang asing bagiku di situ.
"Pak, UPS tuh apaan sih, Pak? " tanyaku. Dengan wajah kaget, Pak Agus menatapku sesaat.
"Kamu nggak tahu?" tanya beliau.
"Iya! Suwer! Baru denger sekarang ini istilah UPS!" kataku jujur.
"Wah...memang seharusnya pelajaran Multi lebih diperbanyak lagi ya, dan setiap pengajaran itu tiap murid dikasih tahu. Seumpamanya, gimana nyalain scanner, gimana cara kerjanya. Tapi, waktunya kurang sih ya? Kamu beneran nggak tahu?"
"Iya! Serius! Baru kali ini denger UPS!"
Guru MM tersayangku itu pun menjelaskan padaku apa yang kutanyakan. Benar-benar rinci sampai-sampai aku dikasih tahu UPS tuh yang bentuknya kayak apa! Kalo seumpamanya beliau nggak ngasih tahu kalo UPS tuh yang bentuknya kayak gitu, aku yakin saat itu pasti aku hanya menganggap pengajaran beliau yang cuma sesaat itu sebagai angin lalu. Itu yang membuatku berpikir Pak Agus menganggapku sebagai manusia dan murid yang ke sekolah buat belajar. Dan lagi, saat aku ingin menyentuh tu UPS, Pak Agus memberitahuku kalo barang itu berat. Nah, itu yang membuatku berpikir Pak Agus memperlakukanku sebagai murid perempuan. He-he...
Dan lagi, kata-kata beliau inilah yang selain memotivasiku untuk sekolah juga menguatkan prinsipku untuk nggak nyontek dan nggak nyonteki.
"...Lebih baik tanya sekarang mumpung masih kelas satu. Kalo nanti kamu tanyanya waktu Prakerin, apa perusahaannya nggak bakal tanya, "Kamu anak Multi apa bukan? Kamu sekolah di mana?" Iya, kan?"
Sejenak, aku berpikir kalo orientasi belajar tuh ujung-ujungnya juga ke uang. Tapi kalo aku, menangkap kalimat itu sebagai belajar itu adalah proses untuk menghargai diri kita sendiri. Coba dibedah kalimatnya. Kan kalo aku tanya waktu keluar dari lingkungan sekolah(keluar dari kegiatan belajar mengajar) aku dianggap sudah mampu melakukan keahlianku. Dan kalo aku masih tanya di luar lingkungan sekolah, pasti orang-orang akan bertanya, apa saja yang kulakukan di sekolah sampai-sampai aku nggak tahu hal-hal seperti itu? Kalo dah sampai itu, akan dibawa ke mana harga diriku?
Jadi, aku menyimpulkan kalo belajar adalah bayaran yang kita terima untuk mengahargai diri kita sendiri. Dan tidak mencontek dan tidak menconteki adalah salah satu bayarannya juga.
THANKS A LOT, MR. AGUSTIAWAN!!!!
Augh! Lega! Tapi, sebagai cewek yang suka sama Pak Rt, aku nggak terima sama pernyataan salah satu temanku ini.
"Eh, kamu kok nggak mau nyonteki aku tho? Tadi tak panggil-panggil kok nggak nengok!" ucapnya kesal.
"E-he, tanya Pak Rt, aku boleh nyonteki apa nggak?" jawabku.
"Ha?! Siapa Pak Rt!" katanya dengan nada merendahkan. Sekarang, akan kujawab!
Siapa Pak Rt? Muhammmad Arief Wahyu Saputra, orang yang kusukai, orang yang harus kuucapi terimakasih ribuan kali karena sudah merubah hidupku dan karena sudah mengizinkanku menyukainya. Orang yang kujadikan sandaran dan perlindungan disaat aku sedang membutuhkannya. Orang yang menginspirasiku dan orang yang menjadikanku makin menyukainya!!!
E-he...>_<
ARIGATO GOZAIMASU, RT-KU!!!
Dari ceritaku ini, kuharap ada sesuatu yang dapat kalian petik, teman-temanku. Aku nggak mau kalo kalian menyesal sepertiku...Dari pengalaman ini, aku ingin berbagi satu pepatah meskipun kata-katanya agak kasar, tapi itu mengenaaaa....sekali!
Eh, kok kayaknya kalo diperhatikan baik-baik, kata-kata di atas mengandung sesuatu yang mistik ya? Coba baca sekali lagi pake lisan deh. Udah? Ada sesuatu yang terasa geli-geli gimana gitu kan?
Yup! Sesuai judul di atas, aku lagi nggak tahu nih apa yang aku mau. Sebagai contoh, kemarin Sabtu. Pas aku lagi nganterin tugas Bahasa Inggris ke ruang 16 yang kebetulan lagi di pake kelasnya Pak Rt, kok sepi?
Serius! Sepi ei...! Biasanya kan kalo aku lagi ke kelasnya Multi 3 kan pasti anak-anak pada sorak-sorai gegap-gempita riuh-rendah gitu. Tapi kok sekarang kalo aku ke sana pasti cuma, "weeeeeesssshhh..." gitu thok!
Ke mana sebenarnya kegilaan anak Multi 3 yang bikin orang kangen itu? Huks!
Inilah bagian yang aku katakan aku nggak tahu apa yang aku inginkan itu! Beberapa waktu silam, nggak tahu sih pastinya kapan, aku bilang sama Pak Rt kalo aku males ke kelasnya coz nanti pasti kelasnya jadi rame! Tapi kalo sekarang aku ke kelasnya dan tanggapan dari kelasnya cuma itu, hau...sepi banget! Garing...! Tapi kalo seumpamanya sorak-sorak aku juga bingung mau ngapain...! Tuh kan! Si Donat lagi mbingungi!
Kalo nggak pada sorak-sorak dibilang sepi, kalo pada sorak-sorak, bingung mau ngomong apaan sama si Rt! Sebenarnya, apa mauku? Aku nggak tahu nih! Habisnya anak Multi 3 juga bikin kaget! Awalnya kalo aku ke sana pada sorak-sorak, sekarang pas aku mulai biasa, pada adem-ayem...Siapa coba yang nggak bingung!
Aku jadi berpikir kalo si Rt melakukan suatu jampi yang bikin anak Multi 3 jadi pendiem kayak gitu. Waduh? Kok jadi nuduh si Rt? Habisnya...barusan dia nglakuin satu hal yang bikin aku penasaran! Yang najonk-nya, dia nggak ngaku coba!! Ugh...jadi gemes sendiri! Lihat deh! Anak Multi 2 yang lagi mampir sini sampai ngliatin caraku ngetik yang bisa dikategorikan mulai brutal dan tidak berperi kekomputeran ini!
Oh, iya! Sebenarnya sudah lama sekali aku pengen posting khusus yang judulnya, "Jampi Si Rt". Tapi kok kayaknya nggak bijaksana kalo nggak ada alasan apa-apa tiba-tiba aku ngasih judul najonk kayak gitu. Jadinya, karena sekarang si Rt lagi tega ma aku coz, bikin aku penasaran, aku pun akan menumpahkan hal-hal yang bisa digolongkan sebagai "Jampi Si Rt" sekarang!
Perlu diperhatikan, si Rt najonk-nya tuh bukan yang bikin aku broken heart, tapi yang bikin aku makin seneng aja sama cowok manis satu itu. He-he...Dan dia juga bukan tukang jampi! Masak anak manis kayak gitu dibilang seneng jampi? Argh! Aku nggak bisa mbayangin kalo dia seneng jampi! Kekekekekekek!>_<
JAMPI NOMOR I
Wah, jadi mulai kayak undang-undang aja ya, sampai ada nomornya? Tapi karena ini ada urutannya, lebih baik kuurutkan aja. Jampi nomor satu itu isinya tentang, sebenarnya apa yang dilakukan si Rt itu pada kelasnya yang pada awal tahun ajaran itu tergolong brutal. Berkali-kali aku selalu denger dikit-dikit anak Multi 3, dikit-dikit anak Multi 3 yang kena kasus. Tapi sayangnya, saat itu aku belum nge-fans sama si Rt. Jadinya yah, aku cuma menganggapnya sebagai angin lalu...Ah, kadang aku sebel sama sifatku yang cuek! Jadinya ya aku nggak tahu sebenarnya kasusnya tuh apaan. Sampai detik ini, sampai saat ini. Ah...
JAMPI NOMOR II
Aku nggak tahu apa yang dilakukan Pak Rt pada kelasnya sampai-sampai wali kelasku mengatakan kalau beliau lebih nyaman sama kelasnya si Rt daripada sama kelas ampuannya sendiri. Wah....keren tuh si Rt!
Wahhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!
Aku seneng banget akhirnya lagu keren ini ada lirik dan embednya!!!
Hau........
Doushite kimi wo suki ni natte shimattandarou
donna ni toki ga nagarete mo kimi wo zutto
koko ni iru to omotetta noni
demo kimi ga eranda no wa chigau michi
Doushitte kimi ni nani mo tsutaerarenakattandarou
mainichi maiban tsunotteku omoi
afuredasu kotoba wakatteta noni
mou todokanai
hajimete deatta sono hikara
kimi wo shitteita ki ga shitanda
amari ni shizen ni tokekonde shimatta futari
doko ni iku nori mo isshou de
kimi ga iru koto ga touzen de
bokura wa futari de otonaninatte kita
demo kimi ga eranda no wa chigau michi
Doushite kimi wo suki ni natte shimattandarou
donna ni toki ga nagarete mo kimi wo zutto
koko ni iru to omotteta noni
mou kaerenai
Tokubetsuna imi wo motsu kyou wo
Shiawase kao de tatsu kyou wo
Kireina sugata de kami sama ni negatteru kimi wo
Boku janai hito no tonari de
Shukufukusareteru sugata wo
boku wa douyatte miokureba ii no darou
Doushite kimi wo suki ni natte shimattandarou
ano koro no bokura no koto
Mou modorenai
kangaeta, kangaeta
Doushite kimi no te wo tsukami ubaenakattandarou
donna ni toki ga nagarete mo kimi wo zutto
boku no yuko ni iru hazu datta
sono mama ni
sore demo kimi ga boku no soba hanareteite mo
eien ni kimi ga shiawase de iru koto
Tada negatteru
Tatoe sore ga donna ni sabishikute mo
Kuakui aku memang cewek yang cengeng, gampang krasanan sampe'sampe' sering berburuk sangka. Tapi dalam postingan ini cuma tinggal menunggu jawaban aja! Si donat dah siap patah hati!
Salam Pramuka!
Hei, hei. Sudah lama juga nggak posting nih... Pastinya sudah banyak hal yang terjadi! Dengan pembukaan seperti itu, pastilah dapat menebak arah postingan ini bakal ke mana. Yup! Segala ke geblekkan pada postingan hari ini selalu di awali dengan pramuka. Untung saja semua tokoh yang bakal terkait dalam postingan ini pastilah sudah kumintai ijin dulu kalo bakalan ku ekspos di sini. Dan karena rata-rata anak SMK adalah anak cowok, jadi jangan heran kalo aku bakal mengekspos cowok-cowok yang nyleneh di sini.
Dear semuanya. Aduh maaf sekali aku sudah menduakan The Lost Boy-ku! Ini tuh sebenarnya diawali dari aku yang terang-terangan ngaku kalo aku nge-fans sama si RT! Augh, mau gimana lagi? Manis banget sih tuh cowok...Dan lagi, blognya ituloh! Manis banget alamatnya!
http://aphrodite-genius.blogspot.com
dengan layout warna ijo dan photo Kaito Kuroba yang diedit. Dan postingan pertamanya itu manis sekali!!
Entah bagaimana, yang jelas postingan itu menceritakan tentang seberapa teguh, kuat, dan sabarnya air. ( Eh, emang air bisa sabar? Liat-liat dulu airnya kale, kalo tsunami? Apa dia bakal nunggu orang-orang ngungsi dulu?)
Intinya, air itu tidak akan menyerang kalau dia tidak diserang. Bukankah ini mirip dengan hukum timbal balik yang selama ini kujadikan motto hidupku?
Kalau tidak ingin diserang, ya jangan menyerang. Itu juga sama dengan motto-ku yang bunyinya, "Kalau tidak ingin disakiti ya jangan menyakiti."
Ehe, bukankah ini manis?
Bahwa ternyata aku dan si RT punya cara pandang yang sama tentang hukum timbal balik kehidupan? Yang manis lagi, dipostingan kemarin waktu aku mengutuk sesuatu bernama pramuka karena mengganggu acara posting-ku, sekarang aku kangen sama kegiatan itu. Karena disela-sela suntuknya kegiatan itu ada satu hal yang membuatku kehilangan kata-kata, ternyata aku bisa juga ya kehilangan kata-kata? Padahal eyel-eyelan dengan seorang guru pun aku selalu bisa membalasnya sampai si Guru ini yang kehabisan kata-kata. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Pak RT?
"Hei Pak RT..." sapaku sambil melambaikan tangan. Diapun nengok dan ketawa.
"Hei Bu RT..." balasnya yang bikin lututku lemes sama kehilangan kata-kata.
Tahukah kau Pak RT? Mungkin waktu kamu bilang gitu cuman buat mbales ejekanku aja ya, tapi, makna dibalik itu sebenarnya adalah, bukankah Bu RT itu pasangannya Pak RT? Nah, udah mudeng kan? Lain kali kalo mau mbales ejekanku, jangan yang bermakna ganda dong! Untung aja aku bukan tipe cewek Ge-er-an! Meski sempat Ge-er dan melambung juga sih! He-he...>_< style="font-style: italic;">jadul baru diceritain sekarang, jadi nanti kalo ceritanya agak semrawut, mohon beritahu aku. Okey?
Lanjut lagi.
Waktu itu, waktu pulang pramuka,si Rt ini mengiyakan ajakanku untuk naik angkot yang sama! Aih, senangnya hatiku, turun panas demamku, kini aku bermain dengan riang! Dan waktu jalan di alun-alun, si RT ini jalannya cepet banget! Akhirnya, obrolan pun terjadi.
"Pak RT...tungguin dong! Jalannya cepet banget sih,"
"Tapi kamu yang jalan depan?"
Ah, aku lupa menceritakan keunikan si RT ini. Waktu itu habis test mid, kita yang mau ke rumahnya Ipul untuk fotocopy materi test besoknya lagi. Dan waktu turun dari angkot, si Wika ngejekin. Tapi aku sama si Rt biasa aja tuh. Habisnya kan memang tujuan kita mau fc, bukan main berdua. Trus waktu pisah jalan ma Wika, si Rt ini memulai keunikannya. Dia berhenti, otomatis aku berhenti coz waktu itu aku belum tau rumahnya si Ipul.
"Kamu jalan di depan," katanya.
"Ha??" tanyaku bingung+aneh. Perasaan kalo jalan beriringan nggak masalah deh. "Lho, kan aku nggak tau rumahnya Ipul...Kalo kamu maunya gitu, ya kamu aja yang jalan duluan."
"Udah tho, kamu lurus aja, nanti kalo belok kukasih tau,"
Lha! Usut di usut, batin dibatin, aku pun ngedumel sendiri dalam hati tentang keunikan cowok ini. Kenapa juga harus aku yang di depan? Akhirnya pertanyaan itu kulontarkan juga dan dijawab dengan unik juga.
"Aku ora enak karo kowe..." jawabnya.
Lho? Nyambung nggak sih? Oh, iya. Karena aku lagi pengen membahas tentang kata-kata favoritnya ini, aku dah nyiapin postingannya. Ingatkan aku untuk segera posting sebelum kisah ini menjadi sesuatu yang tidak seger lagi. Okey? Lanjut!
Apa hubungannya coba jalan duluan sama nggak enak sama aku? Ada yang tau? Tapi sambil ngekek dalam hati kulakoni juga permintaannya meskipun mungkin bakal jadi kayak robot. Habisnya kan kalo dia bilang belok aku ngikut, kalo dia bilang lurus aku ngikut. He-he...
Dan uniknya lagi, dia yang bukan anak daerah situ menyapa orang tua yang kebetulan kita dahului.
"Mangga, Pak..." sapanya. (Mohon untuk tidak membacanya sebagai mangga karena dia lagi nggak nawarin mangga. Tapi tolong baca sebagai monggo yang artinya permisi.)
"Oh, nggih. Mangga-mangga..." bales si Bapak.
Weleh-weleh, Pak Rt yang satu ini bakat bener jadi Rt! He-he...
Kembali lagi di alun-alun diman aku yang kelelahan habis pramuka nggak digubris sama sekali oleh si RT yang tega bikin aku harus mati-matian menyesuaikan langkahnya. Posisiku yang aslinya di depannya jadi di belakangnya coz aku memang jalannya jadi lelet banget kalo dah capek berat.
"Pak Rt, tungguin...kok jalannya cepet banget kenapa sih?"
"Aku dah ditungguin, nggak enak sama yang nungguin."
Nah bagian inilah yang membuatku ingin menceritakannya kepada kalian yang lagi baca blog-ku. Simak baik-baik kalimatku berikut ini.
Karena aku tipe cewek blak-blakan dan apa adanya, aku pun melontarkan pernyataan yang kalo diinget-inget bikin ngekek juga.
"Pak Rt, gini-gini kan aku nge-fans sama kamu. Ya aku seneng aja kalo bisa jalan bareng kamu...Makannya, jalannya jangan cepet-cepet dong!"
"Nge-fast? Apaan tuh?"
GUBRAK!! Aku yakin saat itu Pak Rt cuma bercanda soal nge-fast! Aku yakin dia denger dengan jelas kalo aku bilang nge-fans, bukan nge-fast! Dasar Pak Rt!
"Nge-fans! Bukan Nge-fast!" ucapku gemes.
"Nge-fans? Emangnya apa yang bisa di fans kan dariku??"
"Habisnya kan Pak Rt pinter..." kataku simpel coz aku tau kita mau pisah jalan.
Sebenarnya banyak banget yang ku fans kan dari cowok ini. Tapi kalo dia yang mulai rajin baca blog-ku baca postingan kali ini dimana aku menulis semua yang ku fans kan darinya, aku yakin dia bakal jaim kalo aku ada di sekitarnya atau dalam radius sekian meter. Sebagai contoh, tadi kan pramuka, (sekarang dah tanggal 14 November) aku dan teman-teman ku yang setia mengunjungi Masjid An-Nida tercintaku ini (Lia dan Daryanti) lagi duduk-duduk di dekat lapangan, aku yang dikasih tau mereka kalo si Rt lagi lewat ini pun spontan nengok. Dan yang bikin aku dongkol adalah, si Rt ini buang muka!!! Huuuuuuuuuu...sok kul ah! Sialan! Habis itu kalo umpamanya aku lagi menyapanya,
"Hei Pak RT...." sapaku.
"..."
No responding. Kalo dah kayak gitu pasti jiwa nggak mau kalahku kumat lagi.
"Ihhh...Kacang ya..."
"Ya udah tho, kasih telor..." jawabnya.
"Jadi kacang telor dong..."
"Enak..."
Hauu...garing ah! Masak saben ketemu kayak gitu! Pesan buat Pak RT, kalo habis baca postingan ini, mohon segera mencari kata-kata lain selain kacang kasih telor kalo kamu tidak mau memperbaiki sikap sok kul-mu itu...hau...emang kenapa sih? Kan aku juga paling cuma minta sebuah senyum mentuing. Kayak yang kemarin Senin itu loh...
Kemarin Senin. Aku yang lagi iseng pun ngumpul bareng Ocha di depan fc sekolahku. Pas dia lewat, seperti biasa aku langsung menyapanya.
"Pak Rt..."
Dan TADA! Dia nengok dengan sebuah senyum mentuing diwajahnya. Asek ah! Sayangnya, setelah aku bilang, "Hi senyum ik! Manis..." Kayaknya dia jadi nggak minat lagi buat mentuingkan senyumnya padaku. Huu...penonton kecewa!
Balik lagi ke topik. Pulang ke rumah, aku yang sedang berbahagia ini pun dengan suka cita menemani adikku yang masih SMP yang lagi nemenin adikku yang masih balita buat jalan-jalan. Entah darimana, arah pembicaraan jadi ke Pak RT.
"...Eh, dia udah punya pacar loh...namanya Desy," kata adikku yang ganteng.
PRAK!
Aku Broken Heart! Masak bentuk donat yang hampir pulih jadi bulat lagi harus tidak berbentuk bulat lagi untuk kedua kalinya? Nggak mau! Aku nggak percaya gitu aja! Besok bakal kutanyain langsung ke orangnya.
Inilah. Kalo diinget-inget si Donat ini geblek banget! Tapi kegeblekan inilah yang membuat Donat masih terjaga kebulatannya. Keesokan paginya...
"Ulin!!" panggilku pada si Ulin yang kebetulan lagi ada di dekat pintu. Entah kenapa Pak RT juga ikutan nengok. Bentar! Pending dulu ya Pak Rt! Aku belom siap ngomong sama kamu kalo aku belom ngomong sama si Ulin.
Yah, tapi dasar naluri cewek. Bukannya tanya tentang Pak RT malah cerita tentang kejadian kemarin. Dasar donat geblek!
Ditengah cerita seruku dengan si Ulin, Pak RT muncul dari dalam kelas dan bilang, "Kamu bawa wear-pack?"
"Iya...kenapa?" jawabku.
"Nah, nanti pinjem ya!"
"Iya!" jawabku semangat. Setelah si RT ini masuk kelas dan aku mulai nggak peduli sama Ulin. (Maaf! Lain kali aku nggak bakal egois deh!) Aku pun melongokkan kepalaku untuk manggil si Rt dan memintanya keluar kelas. (Maksudnya mau ngomong berdua aja. Habisnya kan malu kalo tanya, "Kamu dah punya pacar?" di depan teman sekelasnya. Bisa hilang tuh wibawa ketua kelas!
Tapi, tampaknya Aphrodite lagi iseng deh...Ada satu teman sekelasnya yang kalo nggak salah namanya Denny, dia ikutan keluar. Oh, okey. Aku dah breathless dulu sebelum dia keluar, tapi kenapa si Denny ikut...hau...kan malu...
Dengan segala kecuekan dan kegeblekan yang aku punya, aku pun melontarkan pertanyaan super dudul itu. Mending kalo super bubur bisa dimakan! Lha kalo super dudul?
Satu...
Dua...
"Pak Rt, kamu dah punya pacar?"
Tiga...
BRAVO! Sukses sudah aku jadi terlihat geblek di depan Pak Rt. Dan dengan segala ketegaan Pak Rt dan kedudulan temannya, mereka ketawa. Hiks, aku malu...>_< Mending sih kalo Pak Rt yang ketawa. Kan wajar. Tapi kalo si Denny? Ah, ingin rasanya aku menelan si Denny bulat-bulat saat itu juga! Setelah rada puas ngetawain aku, Pak RT menghindar menjawab dengan masuk ke dalam kelas (masih ketawa). Naluri nggak mau kalah ku ini pun mendukung kedudulanku untuk nekat mengikuti dia sampai dia ngejawab sejelas-jelasnya.
Alhasil? Tentu saja kemenangan dipihakku! Aku pun sedikit memaafkan kedudulan temannya karena dia mau menjawab meskipun didahului dengan melompati kurs-kursi bagian depan.
"Lho, Pak Rt! Katanya adikku kamu punya! Namanya Desy,"
Pak Rt pun menghentikan kakinya untuk terus melompati kursi depan demi menghindari kejaranku aku agak menyesali pertanyaanku karena sepintas, dan itu kurang dari tiga detik, ekspresinya terlihat kesal. Tapi kemudian dihapus d3engan senyum karena mungkin dia inget kedudulanku! Sialan! Jangan diinget dong!
" Oh, itu tuh gini loh, waktu itu kan aku dapet doorprise. Isinya tuh amplop bagus. Trus diminta sama temenku. Waktu aku ngasihin ke dia, temen-temennya salah paham. Dikiranya ada isinya 'itu' ( surat cinta ). Trus malah dia balikin ke aku, aku balikin ke dia, nah dikiranya tuh kita bales-balesan."
Setelah itu pun aku jejingkrakan ke luar kelasnya dan kecewa ketika dia nggak jadi minjem wear-pack ku. Padahal kan tu wear-pack nanti nggak bakal ku cuci kalo dipinjem dia! ( Ugh! Jorok banget!)
Pas istirahat, aku cerita sama Hijet n Ulin.
" Oh, itu tuh cuman Desy-ne wae sing seneng. Pak Ketu biasa-biasa wae kok! Sempat ada gosip tentang mereka sih..." jawab Hijet menenangkanku. ( Entah kenapa...)
" He-he, berarti Pak Ketu penuh pesona ya! Saka kancane, saiki kowe..." jawab Ulin bercanda.
Sepulang sekolah, aku pun menceritakan kebenaran tentang Pak Rt itu pada adikku. Tentang cuma Desy aja yang seneng sama dia, dan tentang mereka yang pacaran itu cuma gosip. Dan inilah respon dari adikku tercinta yang ganteng ini.
" Lha kuwi sing aku lali cerita! Cuma Desy-ne wae sing seneng!" katanya sambil ketawa.
Adduuuuuuuuhhh.....rasanya aku pengen nabok orang deh!
Copyright 2009 - Every Body Is Special!!!
Theme designed by: Raycreations.net, Ray Hosting, Blogger Layout , House Design